Kamis, 11 November 2010

PERKEMBANGAN PRENATAL MANUSIA



A.    Tujuan
1.      Mempelajari perkembangan prenatal manusia mulai zigot sampai menjelang lahir.
B.     Dasar teori
      Tahapan perkembangan embrio meliputi gametogenesis, pembelahan, blastulasi, gastrulasi, organogenesis, histogenesis dan tumbuh. Telur manusia mempunyai tipe holoblastik. Fertilisasi pada manusia terjadi  di oviduk bagian anterior dan hasilnya berupa zigot selanjutnya zigot manusia termasuk tipe holoblastik, kira-kira tiga hari setelah fertilisasi maka akan terbentuk morula, yaitu suatu bola kompak yang tersusun atas blastomer-blastomer. Selanjutnya morula akan berkembang menjadi blastula. Blastula manusia disebut blastosis, kira-kira terbentuk 4-5 hari setelah fertilisasi. Blastosis tersusun atas inner cell mass dan trofoblas serta mempunyai rongga ditengah dan melayang bebas dalam uterus selama 1-2 hari (Tenzer, 2001)
       Proses implantasi terjadi ketika blastosis mulai tertanam dalam uterus. Implantasi mulai tertanam dalam uterus yaitu terjadi pada hari ke 6-7 setelah fertilisasi. Pada hari ke 9, blastosis sudah tertanam seluruhnya dalam endometrium uterus dan pada waktu ini secara klinis dikatakan sudah terjadi kehamilan. Selama perkembangan di dalam uterus, embrio berhubungan dengan induk melalui plasenta. Plasenta adalah suatu organ ekstra embrio yang merupakan pertautan antara jaringan embrio dan jaringan induk untuk melayani segala kebutuhan fisiologis embrio. (Tenzer, 2001).
       Proses gastrulasi embrio manusia terjadi mulai hari ke 15. Proses ini ditandai dengan terbentuknya alur primitif. Gastrulasi menghasilkan gastrula yang memiliki 3 lapis lembaga yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm. Pada minggu ke-empat, jantung embrio sudah terdiri dari 4 ruang dan sudah mulai berdenyut. Bakal mata, telinga dan anggota depan dan belakang sudah mulai tampak. Tali umbilikalis pun sudah mulai terbentuk. Organogenesis dimulai pada akhir minggu ke 8. Dengan berakhirnya organogenesis, maka ciri-ciri eksternal dan sistem organ utama sudah terbentuk dengan ukuran embrio 30 mm. Selanjutnya embrio disebut fetus yang mulai mengalami pertumbuhan dengan cepat. Enam bulan terkhir yaitu mulai bulan ketiga, perkembangan digunakan untuk meningkatkan ukuran dan mematangkan organ-organ yang dibentuk pada tiga bulan pertama. (Tenzer, 2001).
.
F.     Pembahasan dan Analisis Data
Untuk perkembangan prenatal manusia berawal setelah terjadinya fertilisasi. Sel sperma dalam jumlah besar masuk melalui vagina kemudian ke mulut rahim, leher rahim, rahim dan menuju oviduk. Oosit dilepaskan dari ovarium lalu ditangkap oleh fimbrie-fimbrie dan masuk infundibulum melalui ostium menuju oviduk anterior. Ovum yang telah diovulasikan hanya dapat bertahan pada oviduk anterior selama 24 jam. Fertilisasi terjadi di oviduk bagian anterior (ampula). Pembelahan zigot baru terjadi sekitar satu hari kemudian. Proses pembelahan zigot mamalia memakan waktu 12-24 jam untuk setiap kali pembelahan dan  inilah yang membedakan antara manusia dengan hewan lainnya, yaitu pembelahannya sangat lambat.
Pada saat praktikum terdapat tiga alat peraga yang kami amati. Alat peraga yang digunakan berupa alat peraga sistem reproduksi wanita, alat peraga yang memperlihatkan tahap-tahap pembelahan pada embrio, dan alat peraga berupa perkembangan fetus umur satu buulan sampai 7 bulan.
Pada alat peraga yang pertama, merupakan sistem reproduksi betina. Sistem reproduksi betina terdiri dari vagina, mulut rahim, leher rahim, rahim yang terbagi menjadi tiga yaitu endometrium, miometrium, dan perimetrium. Selanjutnya oviduk, dinding ovarium, infundibulum dan ostium. Infundibulum terdiri dari fimbre yang berfungsi untuk menangkap ovum yang diovulasikan, dan ostium yang berfungsi sebagai pintu masuk ovum yang telah ditangkap oleh fimbre. Kita juga dapat mengamati terjadinya implantasi pada dinding endometrium.
Model organ reproduksi perempuan. Adanya vagina uterus, ovidak dan ovarium. Pada model tersebut terlihat adanya sperma yang mulai memasuki vagina. Kemudian ke uterus. Pada saat yang sama jika telur sudah mulai masak akan dilepas dan ditangkap oleh fimbrie kemudian masuk ostium dan sel telur siap mengadakan kopulasi. Sperma yang berhasil masuk akan membuahi telur tersebut. kemudian terjadi pembelahan. Proses selanjutnya adalah proses implantasi. Blastosis akan tertanam dalam uterus. Dan berkemang menjadi embrio. Ketika proses implantasi terjadi pembentukan sumbat vagina yang berfungsi untuk menghalangi proses masuknya sperma.
Alat peraga kedua yang diamati adalah alat peraga yang memperlihatkan tahap-tahap pembelahan pada embrio. Pada model tersebut terlihat terdapat satu sel telur dengan 1 badan polosit yang terletak pada bagian atas. Pada model yang seperti ini menunjukkan bahwa sel telur pada tahap metafase II. Sel telur telah mengalami pembelahan selama embrio sampai lahir dan barulah pada saat telah siap berkopulasi memasuki tahap metaphase yang ke II.

Model yang kesebelas terlihat jelas sudah terdapat pemisahan daerah, yaitu rongga amnion berasal dari epiblas terletak pada bagian atas. Fungsi dari rongga amnion adalah sebagai selaput ekstraembrio. Tepat di bagian bawah rongga amnion adalah alas embrio dan ke bawah lagi akan terdapat hipoblas. Hipoblas dan epiblas alas akan berubah menjadi keping embrio.
Tahapan selanjutnya adalah dengan irisan secara melintang terdapat soelom dilengkapi dengan kantung yolk dan juga endoderm terlihat sangat jelas. Model ke 13 terlihat adanya keping embrio, umniferus umbilicus serta yolk. Adanya yolk ini berfungsi sebagai pemberian nutrisi karena belum mempunyai embrio. Pada model yang ke 14 terlihat adanya embrio yang telah membentuk bakal otak yang dibagi menjadi 3 bagian, yaitu : prosensefalon, mesensefalon dan telonsefalon. Bakal mata sudah tampak, jantung, dan membran gerak bagian atas. Jadi, dapat disimpulkan pada tahap organogenesis. Selain itu juga mulai terlihat adanya desidua, desidua basalis, desidua kapsularis, amnion dan karion.
Periode prenatal manusia terbagi menjadi dua yaitu periode embrio (dimulai sejak fertilisasi sampai minggu kedelapan) dan periode fetus yang dimulai pada minggu kesembilan sampai menjelang lahir. Pada minggu pertama setelah fertilisasi, terjadi proses pembelahan sampai terbentuk blastosis. Sel-sel blastosis tersusun atas inner cell mass atau ICM dan outer cell mass. Sel-sel penyusun bagian terluar blastosis (outer cell mass) secara keseluruhan disebut trofoblas. Kelompok sel-sel ini tidak membentuk embrio melainkan membentuk jaringan korion penyusun plasenta bersama endometrium. Trofoblas berfungsi menginduksi perubahan-peubahan khas pada permukaan uterus ketika embrio implantasi. Sel-sel penyusun ICM satu sama lain berhubungan dengan gap junction. Sel ini kemudian hari akan membentuk embrio dan system membrane embrio dan selanjutnya memisahkan diri membentuk lapisan tipis sel dibagian bawah ICM yang disebut hipoblas. Sedangkan bagian ICM yang tidak memisahkan diri disebut epiblas. Epiblas membentuk bakal ekstoderm epidermis dan ectoderm saraf, notokorda dan medoderm. Sedangkan hipoblas membentuk bakal endoderm. (Surjono, 2001)
 Pada akhir minggu pertama, embrio mulai berimplantasi. Pada hari ke 9, blastosis sudah tertanam seluruhnya dalam endometrium uterus dan pada waktu ini secara klinis dikatakan sudah terjadi kehamilan. Pada minggu kedua, terbentuk amnion dan kantung yolk primer serta terjadi differensiasi struktur dan fungsi sehingga mulai terbentuk lapisan germa primer, vili korion, dan pembuluh darah.
Pada minggu ketiga terjadi proses gastrulasi dan neurulasi. Gastrulasi. Berlangsung di dalam tubuh induk dan bertautan dengan endometrium uterus. Nutrisi dari embrio langsung diperoleh dari induk melalui plasenta dan tidak menggunakan yolk. Neurulasi merupakan proses pembentukan bumbung neural yang merupakan bakal system saraf pusat. Proses ini diawali dengan adanya induksi dari korda mesoderm yaitu bakal notokord sebagai inductor terhadap endoderm yang terletak tepat di  atasnya (ectoderm neural). Induksi memperlihatkan adanya hirarki. Induksi paling awal adalah induksi neural yang disebut induksi primer dan dilanjutkan denngan induksi sekunder.
Perkembangan berjalan cepat dan sudah dapat dibedakan antara badan dan kepala, jantung sudah mulai terbentuk. Pada minggu keempat, jantung embrio sudah terdiri dari 4 ruang dan sudah mulai berdenyut. Bakal mata, telinga dan anggota depan dan belakang sudah mulai tampak. Tali umbilikalis pun sudah mulai terbentuk. Ukuran embrio mencapai 8 mm pada minggu kelima. Pada saat ini, otak berkembang sangat cepat sehingga kepala terlihat sangat besar. Begitu pula pada minggu ke 6, kepala masih lebih besar daripada badan yang sudah mulai lurus. Jari-jari mulai terbentuk danukuran embrio sekitar 13 mm. Pada minggu ketujuh ukuran embrio 18 mm, badan mulai memanjang dan lurus serta pembentukan jari tangan dan kaki tetapi genetalia eksterna belum dapat dibedakan. Pada minggu ke 8, ukuran embrio 30 mm. Seluruh struktur penting baik eksternal maupun internal sudah terbentuk.
Minggu kedelapan, akan terjadi periode fetus yang berlangsung pada bulan ketiga sampai menjelang lahir. Pada bulan ketiga, panjang fetus 40 mm. Sudah mempunyai sistem organ seperti yang dipunyai oleh dewasa. Ukuran fetus 56 mm pada bulan keempat. Kepala masih lebih besar daripada badan. Genetalia eksterna nampak berbeda. Pada akhir bulan keempat semua organ vital sudah terbentuk dan pembesaran uterus sudah dapat dirasakan oleh ibu. Pada bulan ke 5, ukuran fetus 112 mm dan pada akhir bulan ukuran fetus mencapai 160 mm. Muka nampak seperti manusia dan rambut mulai nampak diseluruh tubuh (lanugo). Paru-paru selesai terbentuk tetapi belum berfungsi. Gerakan fetus sudah dapat dirasakan oleh ibu. 
Pada bulan kelima posisi fetus dalam arah melintang/horizontal terhadap uterus.  Ukuran tubuh sudah proporsional pada bulan keenam meskipun masih nampak kurus. Organ intrenal sudah pada posisi normal. Pada bulan ketujuh, fetus nampak kurus, keriput, dan berwarna merah. Sistem saraf berkembang sehingga cukup untuk mengatur pergerakan fetus. Pada bulan ke 8, berta badan mulai naik, jika dilahirkan 80 % dapat bertahan hidup. Bulan ke 9, fetus lebih banyak  tertutup lemak (vernix caseosa). Kuku mulai nampak pada ujung jari tangan dan kaki.
Pada bulan ke sepuluh fetus tubuh fetus semakin besar sehingga ruang gerak menjadi berkurang. Lanugo mulai menghilang, percabangan paru lengkap tapi tidak berfungsi sampai akhirnya fetus lahir. Ibu mensuplai antibodi, plasenta mulai regresi dan pembuluh darah plasenta juga mulai regresi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar